
SUKABUMI – Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kota Sukabumi masih berada di angka 8,19%, melampaui rata-rata provinsi dan nasional. Kondisi ini menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Sukabumi. Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) setempat merespons dengan menyiapkan tiga strategi utama: revitalisasi Balai Latihan Kerja (BLK), penyelenggaraan bursa kerja (Job Fair), dan akselerasi program penempatan tenaga kerja ke luar negeri.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Sukabumi, Dr. H. Punjul Saepul Hayat, S.STP., M.Si., mengakui bahwa tingginya TPT sebagian besar didominasi oleh lulusan sekolah kejuruan dan generasi muda (Gen Z). Menurutnya, hal ini mengindikasikan adanya kesenjangan kompetensi antara lulusan dengan kebutuhan industri.
"Angka 8,19% ini alarm bagi kita. Mayoritas yang menganggur adalah usia produktif. Ini bukan hanya soal ketersediaan lapangan kerja, tetapi juga soal kesiapan kompetensi mereka. Oleh karena itu, langkah pertama dan fundamental kami adalah revitalisasi BLK Cikundul," ujar Dr. Punjul saat ditemui di ruang kerjanya, Minggu (30/11).
Dr. Punjul menjelaskan, revitalisasi BLK tidak hanya terbatas pada perbaikan fisik, tetapi juga penyelarasan kurikulum agar link and match dengan dunia usaha, bahkan menargetkan pasar kerja internasional.
"Kami fokus pada pelatihan yang punya daya serap tinggi, baik di level nasional maupun global. Misalnya, untuk program kerja ke luar negeri, kami genjot pelatihan bahasa dan keterampilan teknis seperti caregiver atau perawat lansia, serta teknisi industri. Sertifikasi kompetensi adalah kunci agar lulusan BLK kita langsung diterima," tegasnya.
Selain penguatan vokasi, Disnaker juga akan mengintensifkan Job Fair sebagai quick win untuk mempertemukan perusahaan dengan pencari kerja. Ia berencana mengadakan bursa kerja yang lebih spesifik dan berkala.
"Job Fair harus menjadi jembatan cepat. Kami akan mengadakan bursa kerja yang skalanya mungkin tidak terlalu besar, tetapi fokus pada sektor-sektor tertentu, seperti IT atau hospitality, dan melibatkan perusahaan-perusahaan besar yang siap merekrut. Job Fair juga akan diintegrasikan dengan platform digital," tambah Dr. Punjul.
Sebagai penutup, ia menyoroti program penempatan Pekerja Migran Indonesia (PMI) sebagai katup pengaman (safety valve) bagi tekanan pengangguran di Sukabumi.
"Program kerja ke luar negeri adalah opsi strategis. Ini membantu mengurangi TPT sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarga. Namun, kami memastikan prosesnya legal, aman, dan berorientasi pada penempatan tenaga kerja terampil, bukan hanya pekerja domestik," pungjulnya, menekankan pentingnya perlindungan bagi PMI asal Kota Sukabumi.
Disnaker berharap, dengan kombinasi penguatan kompetensi (BLK), akselerasi penempatan (Job Fair), dan perluasan pasar (PMI), TPT Kota Sukabumi dapat ditekan hingga di bawah angka rata-rata Jawa Barat bahkan Nasional pada tahun tahun mendatang.
Sukabumi BeritaByte is your primary resource for everything related to Sukabumi City. Our platform covers government activities, civil society initiatives, and the latest news, ensuring you are always informed about what matters most in our vibrant community. Join us as we explore the dynamic aspects of life in Sukabumi.
Sukabumi BeritaByte is an online platform dedicated to providing residents and visitors with news and information about Sukabumi City, including government activities and community initiatives.
You can stay updated by visiting our website frequently or subscribing to our newsletter for the latest news delivered to your inbox.
Yes! We encourage community contributions. Please reach out through our contact page to share news or events.
We cover a wide range of topics including government news, civil society activities, local events, and community resources.
Absolutely! We welcome your feedback through our Community Feedback section to help us improve our services.
You can find our contact details in the Contact Us section of our website.